Sistem Kelistrikan 1 Phase dan 3 Phase Serta Pemanfaatannya

Diposting pada

Sistem Kelistrikan 1 phase dan 3 phase – Sebenarnya pembahasan di awal ini saya ingin membahas tentang apa itu Instalasi Tenaga Listrik 1 Phase. Namun rasanya kurang pas kalau tidak saya jelaskan terlebih dahulu tentang sistem kelistrikan yang dikeluarkan oleh sumber listrik yaitu generator.

Generator merupakan salah satu penghasil tenaga listrik utama dengan berbagai macam penggerak yang digunakan.

Namun tidak hanya generator saja, ada komponen lain yang juga dapat digunakan sebagai penghasil sumber listrik.  Misalnya solar cell atau cellsurya yang dayanya dapat ditampung ke dalam batterai.

Sumber listrik yang dihasilkan oleh generator dibedakan menjadi 2 sistem yaitu sistem kelistrikan 1 phase dan sistem kelistrikan 3 phase.

SISTEM KELISTRIKAN 1 PHASE dan 3 PHASE

Sistem Kelistrikan 1 Phase

Tipe generator 1 phase akan menghasilkan sistem kelistrikan 1 phase dan generator 3 phase menghasilkan sistem kelistrikan 3 phase.

Sistem kelistrikan 1 pahse yang dihasilkan oleh generator 1 phase memiliki keluaran 2 kawat penghantar yaitu kawat phase (L) dan netral (N)

Umumnya generator 1 phase ini biasanya tersedia dengan daya yang relatif kecil dan digunakan untuk kebutuhan daya yang kecil pula.

Sementara besar tegangan keluaran menyesuaikan dengan standarisasi suatu negara. Misalnya negara kita, besar tegangan 1 phase adalah 220 volt atau rentang tegangan 220-240 Volt.

Sistem Kelistrikan 3 Phase

Selanjutnya adalah sistem kelistrikan 3 phase yang dihasilkan oleh generator 3 phase, memiliki keluaran 4 kawat penghantar yaitu 3 kawat phase atau yang bertegangan (L1/R, L2/S dan L1/T) dan 1 kawat netral (N).

Pada generator 3 phase besar tegangan keluaran disetiap phase sama namun beda dalam sudut kelistrikan yaitu 120 derajat antara phasanya.

Sudut tersebut secara fisik terbentuk karena penempatan kumparan phasa pada stator yang mempunyai fisik seperti lingkaran, yang jika dibagi tiga akan menghasilkan nilai yang sama yaitu 120 derajat.
Selanjutnya hasil keluaran generator 3 phase tersebut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu

1. Tegangan phase ke phase atau di kenal dengan line to line sebesar 380 volt atau rentang 380-400 volt
2. Tegangan phase ke netral atau di kenal dengan line to neutral sebesar 220 volt atau rentang 220-240 volt.

Perlu diketahui bahwa daya yang di keluarkan oleh generator 1 phase maupun 3 phasa di atas merupakan generator siap pakai artinya tidak melalui proses step-up maupun step-down seperti halnya generator yang dimiliki oleh PLN.

Generator 3 phasa yang dimiliki PLN sudah mengalami proses step-UP dan kemudian Step-Down yang hasilnya mungkin bukan satuan volt lagi namun sudah Kilo volt (kV).

Baca juga :  Pengertian Power Inverter, Fungsi Dan Contoh Pemasangannya

Gelombang Sinus (Sine Wave) Sistem Kelistrikan

Secara umun gelombang listrik yang dihasiklah oleh generator adalah gelombang sinus (Sine Wave) yang dapat digambarkan sebagai berikut:
SISTEM KELISTRIKAN 1 PHASE

Gelombang sinus tersebut merupakan gelombang yang dihasilkan oleh generator 1 phase, yang mana generator 1 phase itu hanya memiliki 1 gulungan utama yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga membentuk sepasang kutub (utara dan selatan) pada sebuah stator generator.

Dengan prinsip kerja apabila rotor magnet digerakkan diarea stator yang memiliki fluks magnet tadi, akan menginduksi gulungan stator sehingga pada gulungan stator timbullah GGL (Gaya Gerak Listrik) dan terbentuk gelombang sinus seperti diatas.

Proses tersebut juga sama diterapkan pada generator 3 phase, hanya saja pada generator 3 phase memiliki gulungan utama sebanyak 3 buah gulungan yang ditempatkan sedemikian rupa sehingga memiliki jarak yang sama satu sama lain sebesar 120 derajat.

Ketiga buah gulungan yang berbeda sudut satu sama lain tersebut akan menghasilkan 3 keluaran kawat penghantar phase. Yaitu phase 1 (L1), phase 2 (L2) dan phase 3 (L3) serta satu Kawat Netral (N) dengan besar tegangan dan frekuensi tertentu yang dapat disesuaikan. Berikut kira kira gambar gelombang sinus untuk generator 3 phase.

SISTEM KELISTRIKAN 3 PHASE
Mungkin demikian sekilas tentang sistem kelistrikan baik 1 phase maupun 3 phase.

Pemanfaatan Sumber Listrik

Setelah memahami sistem kelistrikan 1 phase dan 3 phase sekarang mari kita beralih ke pemanfaatan sumber listrik tersebut. Instalasi listrik berdasarkan pemanfaatannya dapat di golongkan menjadi dua yaitu :

1. Instalasi Penerangan (Lighting) dan
2. Instalasi Tenaga (Power)

Tentunya kedua jenis instalasi listrik dilihat dari beban tersebut berbeda beda. Misalnya instalasi penerangan/lighting untuk pencahayaan, beban yang digunakan tentunya lampu dan komponen pendukung lainnya.

Selanjutnya instalasi Tenaga (power) dapat diartikan pemasangan komponen komponen peralatan listrik untuk melayani perubahan energy listrik menjadi : Tenaga mekanis, Energy panas, Energy dingin, Energy kimia, dll

Bersambung…

2 komentar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *