Kontaktor Magnit

By : Akhdanazizan

Kontaktor MagnitKontaktor Magnit atau disebut Kontaktor saja adalah sakelar daya yang bekerja berdasarkan Kemagnitan. Kemagnitan akan timbul apabila kumparan magnit (coil) dialiri arus listrik, terjadinya kemagnitan pada coil akan mengakibatkan kontak yang bergerak akan tertarik. Kontaktor sama halnya dengan Tombol Tekan (Push Button) yang memiliki kontak NO (Normally Open) dan Kontak NC (Normally Close).

Kontaktor pada saat terjadi kemagnitan pada coilnya maka kontak NO akan menjadi NC dan kontak NC akan menjadi NO, jika arus listrik yang mengalir pada coil di putus maka kontak pada kontaktor akan kembali seperti semula. Terminal coil atau terminal kontak pada kontaktor di beri simbol untuk mempermudah pemasangan, terminal coil di beri simbol A1 dan A2 sedangkan terminal kontak di beri simbol angka.

Berdasarkan fungsinya kontak pada kontaktor terdiri dari 2 macan yaitu :

1. Kontak Utama

Kontak utama dirancang lebih luas dan tebal sehingga mampu untuk dialiri arus listrik yang relatif besar. Kontak utama 1, 3 dan 5 biasanya dihubungkan dengan sumber listrik R, S dan T sedangkan Kontak 2, 4 dan 6 dihubungkan dengan beban Motor listrik 3 phasa U, V dan W atau beban lainnya.

2. Kontak Bantu

Untuk Kontak Bantu konstruksinya dirancang lebih tipis sehingga hanya digunakan untuk bagian kontrol saja dengan arus listrik yang relatif kecil. Gambar berikut ini memperlihatkan simbol huruf dan angka yang ada pada bodi kontaktor.

Notasi Kontak Kontaktor

Mudah mudahan dengan penjelasan yang singkat ini dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca yang baik hati. Jika pembaca masih belum paham mengenai kontaktor silakan tinggalkan komentar anda. Agar dapat saya jelaskan lagi. Sekian ....

Jika tulisan ini bermanfaat buat sobat pembaca mohon untuk di Share

11 Comments

Add a Comment
  1. Niko septiawan

    numpang nanya gan.. ada nggak kontaktor yang mana kontak utamanya itu sebelum terenergize Normally close dan ketika setelah terenergize menjadi normalli open?? mohon bantuan x gan..

    1. maaf ya saya kurang tau dengan istilah terenergize,,,

  2. mau tanya ni bang,saya pernah memasang satu kontaktor yang saklarnya NO dan NC ,yang saya gunakan hanya saklar NO dan beban yang saya gunakan adalah lampu,tetapi lampu tersebut tidak mau hidup setelah saya tekan tombol ON ,kenapa ya bang ? makasih bang .

  3. Gan sy bingung nih, di artikel agan mengatakan bahwa kontaktor koil input 220V bisa dimasuki tegangan 220 maupun 380V, .. sementara ditanya jawab ini Agan menjawab salah satu penanya bahwa Kontaktor dgn input 220 jgn di masuki 380V dgn alasan bisa terbakar.. terus yg benar ini yg mana Gan?

    1. Yang benar itu tegangan coil kontaktor harus di hubungkan dengan tegangan sumber yang sama dengannya misal 220 V coil dengan 220 V Pln/Genset, namun jika pada tulisan saya ada yang salah mohon dikoreksi, agar lebih mudah tunjukan posting mana yang salah atau membingungkan, karena saya tidak menjumpai dimana tulisan saya yang mas iwa maksudkan. demikian

  4. mohon bantuanya pak, sy beli schneider lc1 d25 m7 mohon bantaanya pak sema pemasangan arus listrik dari pln dan arus listrik dari genset supaya pada saat arus listrik pln hidup akan memutus arus listrik genset trimakasi pak sebelumnya

    1. Silakan cek di "Rangkaian kontrol panel ats genset" semoga bermanfaat 🙂

  5. pak maaf minta tolong bisa dibantu saya mau memasang kontaktor SK-50 mitsubishi, saya masukan arus listrik ke input,, tapi kok tdk ada reaksi ya dari koilnya/maknetnya tdk turun,,terima kasih atas jawabanya

    1. Pastikan tegangan coil sama dengan tegangan yang masuk, misalnya tegangan coil 220 volt maka harus di beri sumber tegangan 220 volt, yaitu sistem 1 fasa (fasa-netral). jika tegangan coil 380 maka silakan masukan tegangan 380 volt juga dari sumber PLN (fasa-fasa), jika pemasangan salah maka akan berdampak pada coil kontaktor itu sendiri. jika pemberian tegangan lebih besar dari tegangan coil maka coil akan terbakar, jika tegangan yang diberikan lebih kecil dari tegangan coil maka kontaktor tidak bisa bekerja maksimal (bergetar). demikian 🙂

  6. mo tanya bos.. cara instalasi utk mengaktifkan MCB dari switch{ menggunakan kartu} dgn sumber listrik dari R S T ke kontaktor [ arus listrik dr RST->kontaktor->switch card->kontaktor->MCB?? apa arti RST? apa hub antara RST dgn kabel twisted? apa maksud dr strip 1,2dan 3 pd kabel twisted?[sbb katanya orang2 yg gak ada stipnya adlh kabel utk NOL].... TERIMA KASIH BANYAK UTK PENJELASANNYA

    1. sebenarnya saya ingin sekali menjawab pertanyaan sobat berhubung saya belum pernah pasang switch card tersebut jadi mohon maaf sekali saya belum bisa jawab 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Akhdanazizan.com © 2013-2017 Supported By IDwebhost