Cara Kerja Thermal Overload Relay

(Last Updated On: 9 Maret 2017)

Cara Kerja Thermal Overload Relay

Cara kerja thermal overload relay – pada pembahasan kali ini saya mencoba untuk mengangkat kembali salah satu alat listrik yang biasanya di gunakan untuk mengamankan motor listrik 3 fasa dari beban lebih, beban lebih yang di akibatkan dari pembebanan motor yang melebihi kemampuan motor  listrik dan umumnya disebabkan oleh beban mekanik yang terlalu berat / besar pada motor atau motor listrik berhenti secara mendadak namun arus listrik masih mengalir.

cara kerja thermal overload relayThermal overload relay bekerja memutus rangkaian dengan cara mendeteksi panas yang diakibatkan oleh arus yang mengalir pada elemen bimetal yang terdapat pada thermal overloar relay itu sendiri.

Sebenarnya cara kerja thermal overload relay hanya mendeteksi panas dari arus listrik yang mengalir pada kumparan motor listrik namun disebabkan thermal overload relay dipasang seri terhadap motor listrik maka arus yang mengaliar pada kumparan motor listrik sama dengan arus yang mengalir pada kontak bimetel thermal overload relay.

Thermal overloar relay memiliki 3 (tiga) kontak terminal utama yang biasanya sebagai penghubung antara kontaktor magnet dengan motor listrik dan memiliki 2 (dua) kontak bantu NO dan NC, kontak No dan Nc ini biasanya di gunakan sebagai pengontrolan rangkaian dan indikator gangguan.Kontak thermal overload relay

Agar thermal overload relay dapat berkerja sebagai pengaman motor listrik dari beban lebih maka pengaturan arus pada thermal overload harus di setting tidak terlalu jauh melebihi arus motor listrik setelah mendapat beban. Kalau pengaturan arus terlalu jauh melebihi arus motor listrik maka thermal overload relay tidak akan maksimal mengamankan motor namun sebaliknya jika pengaturan arus thermal sama atau dibawah arus motor listrik malah terlalu sensitif nantinya sehingga baru bekerja sebentar udah pada trip.

Secara umum Thermal overload relay dilengkapi dengan (1). pengatur besarnya arus maksimum yang dapat diamankannya, (2).  Tombol trip yang berfungsi untuk menguji secara manual apakah dapat berkerja sebagai pemutus rangkaian dan (3). Tombol reset yang berfungsi mengembalikan posisi trip keposisi normal.

Lalu bagaimana prinsip atau cara kerja thermal overload relay bekerja sebagai pengaman motor listrik mungkin gambar berikut akan membantu sobat untuk memahaminya. cara kerja thermal overload relayGambar disamping merupakan gambar wiring diagram dan gambar rangkaian daya yang dijadikan satu.

Pada rangkaian daya tersebut terdapat kontak terminal kontaktor magnet K1 yang di beri notasi 1-2, 3-4 dan 5-6, selanjutnya terhubung dengan terminal kontak thermal overload relay (TOR) dan yang terakhir terhubung dengan sebuah motor listrik 3 fasa.

Ilustrasi penjelasan cara kerja thermal overload relay dari gambar tersebut adalah ketika tombol tekan (push button) ON ditekan maka kontaktor akan bekerja sehingga arus listrik dapat mengalir melalui kontaktor dan TOR menuju motor listrik sehingga motor listrik dapat berputar.

Pada beban normal, Elemen Bimetal pada TOR yang arusnya di setting sedikit diatas arus motor tidak akan mengalami pemuaian, pada kondisi ini TOR sebagai pendeteksi panas arus listrik dalam kondisi aman.

Jika terjadi beban lebih akibat kenaikan arus yang ditimbulkan oleh beban mekanik yang terlalu berat / besar maka elemen Bimetal TOR akan membuka sehingga memutus aliran listrik ke motor. Demikian juga pada kontak NC 95 -96 akan memutus seluruh rangkaian dan kontak NO 97-98 akan menutup, pada saat itu lampu indikator akan menyala menandakan telah terjadi gangguan beban lebih.

Bagaimana sobat dapat dipahami jika belum silakan di baca lagi, sobat juga bisa menggunakan gambar tersebut jika diperlukan. Semoga pembahasan tentang cara kerja thermal overload relay sebagai pengaman motor listrik bermanfaat bagi sobat pembaca.

9 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *