Motor Listrik AC (Alternating Current)

Motor listrik merupakan kelompok mesin listrik yang berfungsi untuk merubah tenaga listrik menjadi tenaga gerak. Konstruksi motor listrik terdiri dari stator dan rotor, yang mana stator merupakan bagian yang diam atau tidak bergerak dan biasanya pada stator tersebut terdapat beberapa lubang atau alur yang berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan kumparan motor. Adapun Rotor adalah bagian yang bergerak dan berada ditengah stator. Rotor umumnya terbagi atas dua jenis, yaitu rotor sangkar (tidak terdapat kumparan pada rotor) dan rotor lilit (terdapat kumparan pada rotor), dari konstruksi motor tersebut maka motor dengan rotor sangkar biasanya di sebut sebagai motor Asinkron atau Motor Induksi sedangkan motor dengan rotor lilit disebut sebagai motor Sinkron. Motor listrik berdasarkan sumber listrik AC yang masuk dapat di bagi menjadi 2 yaitu, motor 1 fasa dan 3 fasa.

Motor Listrik 1 Fasa

Motor listrik 1Motor listrik 1 fasa merupakan motor listrik yang akan bergerak atau berputar jika sumber listrik yang masuk pada kumparan statornya adalah listrik dengan sistem 1 fasa yaitu Fasa dan Netral, Kalau di indonesia maka besar tegangan 1 fasa adalah 220 Volt dengan frekuensi 50Hz. Kumparan stator Motor 1 fasa secara umum terdiri dari 2 (dua) kumparan, yaitu kumparan utama (Main) dan kumparan bantu (Aux). Prinsip kerja motor listrik 1 fasa sama dengan 3 fasa yaitu apabila kumparan stator dialiri arus listrik maka pada kumparan tersebut akan terjadi medan putar stator yang juga akan menginduksi ke rotor sehingga rotor pun akan menghasilkan medan putar yaitu medan putar rotor. Sebenarnya pada stator dan rotor sama sama akan menghasilkan medan putar namun karena stator didesign untuk diam maka yang berputar hanya rotor saja.

Fungsi secara khusus dari Kumparan utama dan Kumparan Bantu adalah untuk menggeser sudut fasa, meskipun sumber yang masuk hanya 1 fasa, dengan cara menggeser sudut fasa seolah olah membelah 1 fasa menjadi 2 fasa. Cara menggeser sudut fasa antara kumparan utama dan bantu biasanya dengan membedakan impedansi antara keduanya misalnya untuk kumparan Utama biasanya diameter kawat lebih besar dari kumparan bantu. Meski demikian biasanya motor listrik 1 fasa dilengkapi dengan kapasitor yang di pasang seri terhadap kumparan bantu, kapasitor yang di pasang seri terhadap kumparan bantu berfungsi untuk memperbesar pergeseran sudut fasa karena sifat dari kapasitor (leading = Arus mendahului tegangan) adalah berlawanan dengan lilitan (lagging = tegangan mendahului arus).

Motor Listrik 3 Fasa

Motor Induksi 3 fasa adalah motor listrik yang paling banyak digunakan di industri, perbedaan antara 3 fasa dengan 1 fasa terletak pada sumber listrik yang masuk pada kumparan stator, jika motor listrik 3 fasa maka sumber listrik yang masuk adalah sistem 3 fasa, kalau pada motor 1 fasa terdiri dari kumparan Utama dan kumparan bantu, maka pada motor induksi 3 fasa dikenal dengan kumparan fasa saja namun memiliki 3 kumparan fasa yang dipasang sedemikian rupa sehingga antara fasa satu dan fasa yang lainnya berjarak 120o (120 derajat). Berkaitan dengan prinsip kerja motor 3 fasa sama sajalah dengan motor listrik 1 fasa di atas.

Kecepatan sinkron atau kecepatan stator motor listrik 1 fasa maupun 3 fasa di tentukan berdasarkan persamaan berikut ini:

Rumus kecepatan sinkron motor listrikyang mana :

Ns        = Kecepatan Sinkron / Kecepatan stator
f          = Frekuensi (50 Hz)
P          = Jumlah Kutub

Selain kecepatan sinkron pada stator, motor listrik juga mempunyai kecepatan rotor (Nr) yang mana kecepatan rotor biasanya lebih kecil dari kecepatan sinkron, yang terjadi akibat dari pembebanan pada poros rotor. Karena kecepatan rotor tergantung pembebanan maka besarnya kecepatan rotor dapat diketahui dengan mengukur kecepatan poros rotor dengan alat Tacho meter. Selisih antara kecepatan sinkron dengan kecepatan rotor disebut SLIP, untuk mengetahui berapa persen nilai slipnya dapat di hitung dengan persamaan berikut ini :

rumus slip Ns dan Nr Motor ListrikTentang kebutuhan terhadap motor listrik baik 1 fasa maupun 3 fasa tergantung dari persediaan sumber listrik yang anda gunakan. Demikian seditik review tentang motor listrik baik yang 1 fasa maupun 3 fasa semoga bermanfaat.

5 Comments

Add a Comment
  1. Halo saya angga,
    Ada kontak yg bisa dihubungi gak?
    soalnya saya tertarik untuk publish artikel saya di blog ini.
    kalau bersedia bisa hubungi saya melalui email

    thanks

    1. sedang saya usahakan agar sobat bisa publish artikel di blog ini tgu aja...

  2. Dear Pak Reza, untuk mengetahui suatu motor masih dalam keadaan masih layak tidak digunakan dapat dilakukan pemeriksaan/pengujian dari sisi elektrikal dan mekanikal

    dari sisi elektrikal anda dapat melakukan pengujian Z impedansi(menggunakan multi tester) dan tahanan isolasi motor (menggunakan mega ohm meter).. nilai Z impedansi motor yang masih sangat bagus biasanya nilai impedansi nya seimbang yaitu antara belitan U1-U2, V1-V2, dan W1-W2 dan untuk nilai tahanan isolasi motor menurut standar IEEE 43-2000 adalah rating tegangan (KV) + 1 atau sama dengan 1,38 mega ohm jika motor 3 phasa dan 1,22 mega ohm untuk motor 1 phasa

    dari sisi mekanikal anda dapat melakukan uji getaran motor dengan menggunakan vibrasi meter dan temperatur guna untuk mengetahui panas motor

  3. Untuk mengetahui kondisi motor listrik,bagus atau tidaknya apakah bisa menggunakan alat?misalnya multimeter.
    Kalau bisa, standart apa yang mesti dibuat patokannya?
    Rencana Mau beli motor bekas,tapi belum tau tentang elektro.
    Trima kasih sebelumnya.

    1. kalau saya boleh menanjawab, untuk mengetahui motor listrik yang baik itu cukup mudah, hal yangvpaling bisa dilakukan adalah meraba body motor, bila motor dirasa cepat panas dan dirasa berlebihan, itu menjunkan motor lisrik sudah jelek. selain cara itu masih nanyak cara lain antara lain dengan menggunakan RPM meter, ampere meter, megger.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Akhdanazizan.com © 2013-2017 Supported By IDwebhost