Menentukan Nilai Kapasitor Mesin Pompa Air

Menentukan Nilai Kapasitor Mesin Pompa Air

Setelah Digulung Ulang merupakan posting selanjutnya yang masih berkaitan dengan kapasitor, harapan saya mudah mudahan setiap posting dapat memberikan manfaat bagi sobat yang pas ketemu dengan blog ini.

Namun secara umum posting ini juga bisa untuk menentukan nilai kapasitor motor listrik 1 fasa dengan tipe running kapasitor seperti mesin cuci atau yang lainnya. Biasanya yang butuh informasi sesuai dengan judul posting diatas adalah mereka yang bekerja bagian perbaikkan motor listrik seperti saya ini.

Biasanya setiap selesai menggulung, untuk nilai kapasitornya saya menggunakan kapasitor dengan ukuran aslinya jadi tidak repot repot lagi, namun ketika telah digulung ulang pastilah tidak seakurat seperti ketika masih asli/baru oleh sebab itu setidaknya setelah di perbaiki dengan digulung ulang motor listrik tetap bisa dipakai pakai dengan waktu yang lama dengan perhitungan yang pas.

Contoh kasus yang saya shering disini adalah mesin pompa air merek panasonik 200 watt yang telah saya gulung ulang dengan nilai kapasitor aslinya sebesar 6 μf. Untuk mendukung perhitungan, alat ukur yang saya perlukan berupa LCR Meter (yang berfungsi untuk mengukur nilai Induktansi, Kapasitansi dan Resistansi).

Untuk menentukan nilai kapsitor pompa air tersebut kita harus melakukan sedikit pengukuran dan perhitungan terhadap kumparan utama dan bantu, sebagaimana kita ketahui bahwa motor listrik 1 fasa pasti terdapat kumparan utama (main winding) dan kumparan bantu (auxilary winding).

Adanya kumparan utama dan kumparan bantu tersebut berfungsi untuk membelah sudut fasa sebesar 90onamun tidak cukup hanya dengan kimparan bantu saja melainkan ditambah dengan kapasitor yang dipasang seri terhadap kumparan bantu tersebut. Lain halnya Untuk listrik dengan fasa banyak seperti 3 fasa maka pergeseran sudut fasanya sudah terjadi pada keluaran generator sebesar 120o antara fasa.

Menentukan Nilai Kapasitor

Perhitungan yang akan kita lakukan untuk menentukan nilai kapasitor pompa air tidak luput dari hukum ohm   namun karena lilitan itu bebannya bersifat induktif maka rumusnya berubah menjadi   ; dimana Z merupakan impedansi yang satuannya adalah Ohm. Untuk diketahui bahwa R adalah tahanan luar yang terlihat ketika kita ukur pada skala Ohm meter sedangkan Z merupakan gabungan antara tahanan R, XL  atau XC. Dalam sebuah lilitan maka XC tidak terdapat. Berikut adalah rumus rumus yang nantinya akan kita gunakan untuk menentukan nilai kapasitor pompa air tersebut.rumus untuk menentukan nilai kapasitor

hubungan run kapasitorGambar tersebut terdiri dari kumparan utama dan kumparan bantu yang di seri terhada kapasitor , masalahnya berapa nilai kapasitor tersebut ?, pada pembahasan diatas dibahas bahwa fungsi kapasitor untuk tipe running kapasitor adalah sebagai penguat penggeser sudut fasa yang nilai pergeseran fasa antara kumparan utama dan bantu harus 90o.

Tugas kita adalah menentukan nilai kapasitor yang sesuai kita pasang dengan kumparan bantu sehingga membentuk sudut 90o terhadap kumparan utama. Untuk menjawabnya kita harus mengetahui terlebih dahulu sifat arus dan tegangan pada beban induktif dan capasitif, Yang mana Pada beban induktif tegangan mendahului arus atau bersifat lagging sedangkan pada beban kapasitif arus mendahului tegangan atau bersifat leading, dari sifat kedua beban tersebut dapat digambarkan sebagai berikut;Grafik leading dan lagging

Setelah melihat gambar hubungan arus dan tegangan pada beban induktif dan kapasitif mari kita sedikit berhitung agar dapat kita tentukan berapa nilai kapasitor pompa air yang diperlukan. Untuk menentukannya telah saya siapkan data sebagai berikut :

Perhitungan Kumparan Utama (Main Winding) :menentukan kebutuhan kapasitor mesin pompa air 1

Perhitungan Kumparan Bantu (Auxilary Winding) :menentukan kebutuhan kapasitor mesin pompa air 2

Dari Hasil hitungan antara kumparan utama dan kumparan bantu maka dapat di buat sebuah gambaran tentang besarnya pergeseran sudut yang dihasilkan melalui grafik disamping kiri.

Berhubung nantinya pergeseran sudut fasa yang kita harapkan adalah sebesar 90o maka ketika sudut fasa pada kumparan utama telah kita ketahui sebesar 40,13o, kumparan bantu sebesar 38,13o jadi 90o – (40,13o – 38,13o) = 88o dan ini merupakan besarnya sudut yang akan kita hitung pada kumparan bantu dan ditambah dengan kapasitor, ilustrasi gambarnya seperti ini :Grafik leading dan lagging

Karena nilai 88o merupakan kekurangan yang bersifat kapasitif maka 88 kita jadikan Negatif (-88o) dan perhitungannya kita hubungkan dengan kumparan bantu, untuk perhitungannya masih menggunakan rumus diatas sebagai berikut:menentukan kebutuhan kapasitor mesin pompa air 3

Dari hasil perhitungan tersebut maka nilai 4 μf itulah yang saya gunakan pada mesin pompa air merek panasonic 200 watt tersebut. tapi setelah saya coba dengan nilai kapasitor aslinya 6 μf juga bisa digunakan kok jadi terserah sobat aja.

Untuk dayanya setelah di gulung ulang dan dengan nilai kapasitor yang beda belum saya hitung apakah naik atau turun, silakan sobat cari sendiri dengan tuntunan rumus diatas. Demikian pembahasan tentang cara menentukan nilai kapasitor pompa air semoga bermafaat.

 

25 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *