Cara Memasang Kontaktor Magnet

By : Akhdanazizan

Pada posting sebelumnya telah dibahas tentang Kontaktor Magnet, kali ini saya akan menjelaskan cara memasang kontaktor magnet tersebut, mudah mudahan bermanfaat bagi teman teman yang balum mengerti. Kontaktor yang banyak di pasaran biasanya di rancang untuk tegangan 220 Volt d an 380 Volt, ini dimaksudkan untuk menyesuaikan tegangan yang ada di kita indonesia, tegangan tersebut merupakan tegangan yang masuk pada kumparan magnet (coil) dengan notasi A1 dan A2.

Cara memasang kontaktor magnet nya juga sangat mudah yang penting kita ketahui dulu berapa tegangan yang tersedia, jika telah diketahui berapa besar tagangannya, baru cari kontaktor yang sesuai dengan tegangan sumber tersebut. Berikut ini cara memasang kontaktor melalui gambar berikut ini.cara memasang kontaktor magnet

Gambar diatas adalah salah satu contoh cara memasang kontaktor magnet dengan beban 3 bauh lampu. Dari gambar 1 tersebut coil K1 (A1 Dan A2) dihubungkan dengan sumber listrik bertegangan 220 volt yang di kontrol melalui peralatan Tombol Tekan STOP dan START. Jika tombol Start di tekan sesaat maka akan menghubungkan sumber tegangan ke coil Kontaktor K1, yang mengakibatkan kontak pada kontaktor akan bergerak, jika awalnya pada kondisi NO (terbuka = 13 – 14, 1 – 2, 3 – 4  dan 5 – 6  maka setelah kontaktor bekerja kondisi NO tadi akan berubah Menjadi NC (terhubung = terlihat pada gambar 2 diatas).

Tombol STOP dari gambar tersebut merupakan sakelar pemutus rangkaian, sehingga jika tombol tersebut ditekan sesaat akan memutuskan sumber listrik coil K1 (kembali pada kondisi gambar 1). Maaf hampir lupa, kontak 13 – 14 merupakan kontak bantu yang di pasang untuk mengunci rangkaian agar jika tombol start di tekan sesaat saja kontaktor tetap menyala. Sebenarnya bukan hanya kontak 13 – 14 saja yang bisa dijadikan pengunci kontak bantu yang lain pun bisa yang penting kontak NO (Kontak Bantu NO = 23 – 24 atau lainnya). Di pasaran Kemampuan kontaktor magnet berpariasi, jika ingin membeli harus pintar-pintar memilih sesuai dengan kebutuhan beban (daya  yang akan dilayaninya) atau tanyakan pada penjual sesuai spesifikasi yang di harapkan, demikian penjelasan singkat mengenai cara memasang kontaktor magnet mudah mudahan bermanfaat.

Share this with your friends

14 Comments

Add a Comment
  1. Sore pak,maaf
    mohon penjelasan,pada sambungan star ada L1, L2,L3 dan N (netral),apakah sambungan delta tidak ada netral.
    terima kash atas jawabannya pak.

  2. Gan berarti dari coil A2 kabel itu menuju busbar netral kan ? jika pke kontaktor & timer 220???

    Nah bagaimana jika tegangan yg ada 380V tentu kita menggunakan Kontaktor yg 380 ya? sementara di K380v pun ada coil A2, apakah jalur A2 dari K380v ini pun bisa menuju busbar Netral?

  3. Ass, boleh pesan relay ats yg diposting tsb mas? Dan juga lembaran manualnya.

    Terimakasih

    1. Boleh saja tapi hanya untuk singkawang aja 🙂

  4. mas kalau pasang switch otomatisnya dimna ya

  5. Kalo mau cek coil nya pake ohm meter kan ???
    Kira2 koil yg bagus itu brp ohm ??

    1. iya mas bro, silakan cek pake Ohm pada multimeter, berapa kira kira nilai hambatan coilnya saya kurang teliti yang pasti ada nilainya, gak terpikir juga mau tau mengukur nilainya dengan teliti, yang penting nyambung gitu aja 🙂 demikian

  6. Sangat membantu.. penjelasan yg sederhana tp mudah d mengerti.. selama ini sy kuliah hanya memasang berdasarkan rangkaian tanpa memahami fungsinya.. tp skrg akhirnya bs memahaminya.. terimakasih bro..

    1. Terima kasih atas kunjungannya semoga bermanfaat 🙂

  7. postinganx sangat bermanfaat, terus berkaryah, thanks !!!

  8. Apakah kontak 13-14 berupa coil juga Boss…….?

    1. kontak 13 – 14 sama aja dengan kontak NO yang lainnya jadi bukan Coil, terima kasih atas kunjungannya semoga bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

CAPTCHA


Akhdanazizan.com © 2016 Supported By Niagahoster